DAFTAR HASIL SELEKSI PMB PASCASARJANA GEL. I TA. 2018/2019 [LINK S3] [LINK S2] 

situs ridho1991
Status Anak Ta’jir al-Arham Menurut Hukum Islam dan Implikasinya Terhadap Kemahraman
Mahasiswa : Dirhamsyah
Tanggal Posting : 17 Februari 2015
Dikirim oleh : Fajril Anwar Ahda, M.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

Dirhamsyah, Status Anak Ta’jir al-Arham Menurut Hukum Islam dan Implikasinya Terhadap Kemahraman, tesis Program Studi Hukum Islam, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2015.

Diskursusnya adalah mengenai status anak yang lahir dari proses ibu sewaan, apakah anak itu bisa dinasabkan dengan ibu tersebut padahal ovum yang menjadi bakal janin berasal dari orang lain? Begitu juga sebaliknya, apakah anak tersebut dinasabkan pada ibu genetis (pemilik ovum sebenarnya) padahal anak tersebut dilahirkan dari rahim wanita lain? Jika nasab dihubungkan dengan ayah (pemilik sperma yang disatukan dengan ovum istri yang sah), bagaimana hubungan nasabanak tersebut dengan ayah (pemilik sperma)? Apakah status anak tersebut digolongkan sebagai anak hasil zina, yang berarti tidak mempunyai hubungan keperdataan dengan si ayah (pemilik sperma yang di satukan dengan ovum istri yang sah)? Ataukah si anak dinasabkan kepada ayah pemilik sperma tersebut, padahal antara si ayah tersebut tidak mempunyai ikatan perkawinan dengan wanita yang disewa rahimnya?

Anak yang lahir dari hasil inseminasi buatan jenis ibu sewaan dinasabkan kepada si ibu pemilik benih, sedangkan ibu yang mengandung dan melahirkan itu hanya ibu susuan yang tidak dinasabkan anak tersebut. Sedangkan implikasi status anak dari hasil ta’jir al-arham terhadap kemahraman adalah bahwa hubungan kemahraman antara bayi yang dilahirkan dari proses ibu sewaan ini dengan anak-anak dari ibu sewaan tersebut (yang dengan suaminya) adalah hubungan kemahraman karena saudara sesusuan (radha’ah), dan implikasinya adalah anak yang dilahirkan dari proses ibu sewaan ini dengan anak-anak dari ibu sewaan tersebut haram hukumnya melakukan pernikahan.

Sumber utama dalam penelitian ini adalah buku yang ditulis oleh para fuqaha’ seperti Fiqh al-Islami wa Adillatuh karya Wahbah al-Zuhaili, Dirasat Fiqhiyyah Muasirah karya Ablah Muhammad al-Kahlawi, al-Fatawa al-Mu’asharah karya Yusuf al-Qaradhawi, al-Fatwa al-Mu’ashirah fi al-Hayah al-Zaujiyyah karya Ali ibn Nayif al-Syahud, dan lain-lain.

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan normatif yang terimplementasi pada buku-buku turats, aturan perundang-undangan,dan buku-buku medis. Selain itu penulis juga menggunakan pendekatan interpretasi, yakni menyelami karya-karya ulama-ulama terdahulu dan pendapat-pendapat medis guna menangkap nuansa makna dan pengertian yang dimaksud sehingga tercapai suatu pemahaman yang benar, dengan menggunakan pola induktif-deduktif sebagai metode analisis data. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kepustakaan (library research). Penulis menggunakan teknik pengumpulan data penelitian dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pemikiran-pemikiran atau konsep-konsep, yang dalam hal ini bersumber dari sumber primer dan sekunder yang terkait dengan masalah yang dibahas. Penelitian ini akan menghasilkan data yang bersifat deskriptif, yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk kualitatif. Penelitian ini bersifat kualitatif yang menekankan pada penggalian nilai yang terkandung pada ketentuan normatif fiqih tentang masalah yang dibahas tersebut. Metode yang dipergunakan untuk memperoleh data yang dikehendaki adalah dengan cara mencari dan menggali kitab-kitab atau referensi yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti, baik yang berbentuk buku, artikel maupun dalam bentuk pemberitaan di media massa. Data primer dan sekunder yang terkumpul diklasifikasi dan dianalisis dengan memberikan penafsiran dan komentar terhadap gagasan yang diteliti, yang juga dilengkapi dengan pendapat tokoh lainnya. Setelah data dideskripsikan apa adanya, maka dilakukan analisis dari berbagai pendapat yang ada. 



Kolom Mahasiswa Lainnya :